Thursday, May 6, 2010

KEAJAIBAN DI BALIK PERHITIUNGAN MATEMATIKA

Mathematics is a major branch of philosophy of science. Who became the mother of all sciences. Thus, the teaching of mathematics is one main thing in instilling the basic values of science.

Learning math is fun, because behind what we feel is difficult, presenting mathematical miracle in the calculation. There are a lot of fun in math calculations. Some of them can be seen in the descriptions below ini.Yok, see the joint!


Multiplication with the number eleven. There's magic in the way of multiplying a number by the number eleven. For example we would multiply 63 by 11, then 63 x 11 is ....

6 3 x 11 = 6 (6 +3) 3 = 693



2431 x 11 =

2. . .4. . . 3. . . 1 = 2 (1 +4) (4 +3) (3 +1) 1


= 2 6 7 4 1



2. Pengkuadratan number by the end of five. There's magic in the way mengkuadratkan a number by the end of five. You must already know that 5 squared = 5x5, so 5 squared = 25. How about 25 squares, 35 squares, or 65 squares? The way magic is:

25 squared = 2 x (2 +1) ... 25 = 6 25


To mengkuadratkan 25, take the first digit, ie two, and multiply by the number itself, ie after adding 1, 3.

Compose and save the results above with 25 behind it to obtaining the correct result.



35 squared = 3 x (3 +1) ... 25 = 12 25


To mengkuadratkan 35, take the first digit, ie 3, and multiply by the number itself, ie after adding 1, 4.

Compose and save the results above with 25 behind it to obtaining the correct result.


65 squared = 6 x (6 +1) ... 25 = 42 25



To mengkuadratkan 65, take the first digit, yaitu6, and multiply by the number itself, ie after adding 1, 7.

Compose and save the results above with 25 behind it to obtaining the correct result.




3. The difference of two squares. When there are two numbers diselisihkan squares, then the way is the second magic number is added, the two numbers multiplied by the result of these reductions. Suppose we want to know the results of the 25 squares - 24 squares, the way magic is:


25 squares - 24 squares = (25 +24) x (25-24)

= 49 x 1

= 49



4. Count to five. Dividing or multiplying by using numerical 5 can be made easier and faster if you recognize that the five possess a relationship with number 10. If we want to multiply 46828 x 5 magic way is to divide all numbers by 2, then put the number 0 behind when the final numbers which are an even number multiplied by five.

4 6 8 2 8 x 5 = ...

4:2 6:2 8:2 2:2 8:2 = 2 3 4 1 4 0

2 3 4 1 4

If we want to multiply 86849 x 5 magic way is to divide all numbers by 2, then put angka5 behind when the final numbers which are odd number multiplied by five.


8 6 8 4 9 x 5 = ...

8:2 6:2 8:2 4:2 9:2 = 4 3 4 2 4 5

4 3 4 2 4 remainder 1


5. Multiplying by the number 25. Multiplying a number by 25 can be done by dividing these numbers by four, when appropriate gone live plus zero zero behind it. Misala 28 x 25 then the result is 28 divided by 4 is 7, so 28 x 25 = 700. Another example of how to do 32 x 25 32 divided by 4 the result 8, so 32 x 25 is 800. When numbers are multiplied by 25 is divided by 4 remainder 1, then the result of the division was given 25, when the remaining two were given 50, when the remaining three were given 75. For example if 33 x 25, then the result is 825, because 33 divided by 4 is 8 remainder 1, so 32 x 25 = 825.
read more...

Ngintip Sekolah yang Punya Wi-Fi

DULU kita cuma akrab dengan warung internet (warnet), kalo mau browsing harus siap-siap antre di warnet, begitu juga kalo ada tugas dari guru. Nah, sekarang ini zamannya sudah jauh banget berubah. Dimana-mana tempat sudah ada jaringan internet. Ada yang menyebutnya hot spot, ada juga wi-fi.


Dengan bantuan jaringan ini, berbekal perangkat laptop yang dilengkapi fasilitas Wireless Fidelity (Wi-fi), kita sudah bisa menjelajah dunia. Hebat, ya.


Sesuai dugaan, para pelajar Pekanbaru, bisa jadi Riau juga kali ya, nggak masuk kategori gagap teknologi (gaptek). Buktinya, sebagian besar (80 persen) mengaku tahu soal standar jaringan lokal nirkabel ini. Mereka juga menganggap jaringan wi-fi penting banget diadain di sekolah (41,4 persen).


Bagaimana di Pekanbaru? Untuk sekolah-sekolah unggulan di kota Bertuah ini, fasilitas wi-fi menjelma menjadi sebuah syarat yang harus ada untuk menunjang aktifitas belajar siswa. Makanya, jangan heran kalau lebih dari setengah atau 55,1 persen sobeX menyatakan, sekolah mereka telah memiliki wi-fi.


Untuk lebih jelasnya, yuk kita tanya aja langsung ke mereka.

Mereka sepertinya tidak ingin memahami begitu dalam perihal wi-fi, namun pemanfaatanlah yang paling penting dipahami.


Simak saja ucapan Vella, siswi SMAN 4 Pekanbaru ini ketika ditanya tentang wi-fi. ‘’Wi-fi itu, ya bisa berinternet gratis, free wi-fi zone, ya internetan,’’ ujar cewek yang duduk di kelas XII IPS 4 ini.


Cerita Agung Prasetyo, Ketua OSIS dan siswa jurusan Gambar Bangunan SMKN 2 Pekanbaru, juga begitu.


‘’Kami di sini ada yang jurusan IT dan Gambar Bangunan. Untuk menunjang kegiatan belajar, fasilitas akses internet perlu, apalagi SMKN 2 merupakan sekolah berstandar nasional, wi-fi itu penting banget,’’ katanya. Dia juga bilang, dengan adanya wi-fi siswa tidak lagi gaptek dan ketinggalan informasi.


Bayangkan, saat ini tidak hanya sekolah menengah umum dan kejuaran saja yang sudah menyediakan fasilitas wi-fi, tapi sekolah berlabel sekolah agama pun, seperti MAN 2 Model Pekanbaru dan sekolah tingkat menengah juga tersedia alat yang memungkinkan kita mengakses internet ini.
read more...

Internet dan Pendidikan

Indonesia terdiri dari 17,000 lebih pulau dan kira-kira ada 300 bahasa daerah yang masih digunakan. Krisis Ekonomi & Korupsi (Krisis Kepercayaan) sekarang semakin menunjukkan betapa pentingnya suatu komunikasi baik secara lokal maupun global. Komputer dan Internet sudah diterima sebagai alat yang penting untuk komunikasi dan bisnis di Indonesia, sehingga sekarang menjadi hal yang penting pula untuk pendidikan Indonesia yang sedang mengalami reformasi.


Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.


Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi ; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sitem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.



Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia disemua sektor, berarti kita akan membutuhkan sisitem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.


Penelitian mengenai pengembangan sekolah secara jelas menunjukan salah satu cara yang paling efektif bagi sekolah yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat berbagi (sharing) informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan yang terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi kepala sekolah yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin kepala sekolah. Melalui penyampaian masalah secara kolektif diantara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan.


Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.


Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemampuan untuk berbicara bahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki lapangan kerja baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Dan hanya sekitar 20-30 % lulusan sekolah menengah yang melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi, maka dengan adanya komputer yang telah merambah disegala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran komputer ( lihat bagian Pendaluan-Komputer )


Oleh karena adanya prioritas yang tinggi untuk membangun fasilitas komputer diseluruh sekolah-sekolah di Indonesia dan adanya jarak yang cukup jauh antara sekolah provinsi di Indoesia, sepertinya Internet pilihan yang cukup baik untuk mengembangkan komunikasi antar sekolah, Kanwil, Kandep, dan DEPDIKNAS yaitu dapat dilakukan lewat Internet. Beberapa sekolah telah mengambil inisiatif untuk membangun fasilitas mereka sendiri. Berdasarkan langkah yang sudah ada ini, dan membiarkan hal itu berkembang sendiri yaitu tetap konsisten akan kebutuhan belajar siswa kita, maka Internet sebagai strategi yang sesuai untuk menjadi medium komunikasi yang sah.

Internet dalam belajar dan mengajar (7 tahun kemudian - Membaca!)


Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.


Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.

Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:


Pengembangan Profesional

(a) Meningkatkan pengetahuan

(b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen

(c) Bekerjasama dengan guru-guru dari luar negeri

(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secra langsung

(e) Mengatur komunikasi secara teratur

(f) Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.

Sumber bahan mengajar :

(a). Mengakses rencana belajar mengajar & metodologi baru

(b). Bahan baku & bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran

(c). Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas / sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.


Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;


Belajar sendiri secara cepat :

(a). Meningkatkan pengetahuan

(b). Belajar berinteraktif

(c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian

Memperkaya diri :

(a). Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain

(b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia


Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.

Kenapa?


Seperti mana yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Internet itu berisi berbagai macam informasi dan sumber-sumber informasi lain, meskipun didalamnya juga terkandung hal-hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu sehingga mengganggu pelajaran siswa dengan mudahnya. Padahal keikutsertaan dalam kegiatan ini diluar jam belajar siswa, mungkin saja dapat memberi keuntungan bagi pengetahuan mereka atau mengembangkan kemampuan lainnya. Waktu belajar di kelas harus tetap difokuskan pada pelajaran utama. Rencana belajar mengajar yang efektif untuk menggunakn Internet akan memerlukan beberapa kemampuan baru guru untuk dapat lebih mengefektifkan waktu.


Satu dari keuntungan yang sangat potensial dari Internet selain untuk para administrator dan kepentingan sekolah, yaitu mngkin adalah untuk memudahkan pengoleksian lembaran data-data sekolah yangdaat langsung terkirim ketujuannya baik ke perorangan maupun ke masyarakat luas.


Guru, terutama guru bahasa dan guru pelajaran ilmu sosial, dapat mengambil (down-load) berita dan kejadian terkini yang bisa digunakan sebagai bahan mengajar di kelas pada hari yang sama saat itu juga. Semua guru dapat menggunakan Internet baik untuk keperluan pengembangan pribadi maupun secara profesional bekerjasama dalam wilayah regional maupun diseluruh dunia.

Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk dibeli?


Penulis menyarankan sebagai langkah awal membeli satu unit komputer dengan modem didalamnya dan CD ROM drive. Dan komputer ini harus ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah sehingga bisa dipergunakan oleh seluruh staf dan para siswa serta harus diawasi pemakaiannya oleh petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan ini juga harus dilatih untuk menangani perawatan dan pemeliharaan rutin komputer. Serta mereka juga diberi wewenang khusus untuk mengatur jadwal pemakaian komputer dengan cara sistem memesan tempat.

Biaya : Antara Rp. 3.000.000,- - Rp.5.000.000,- tergantung nilai tukar rupiah.


Apabaila sekolah anda sudah mempunyai laboratorium komputer maka bentuk modem terpisah dapat dibeli dengan harga yang cukup murah untuk mengakses Internet dari laboratorium, tergantung permintaan. Bentuk modem terpisah ini juga dapat disediakan bagi pemakaian di departemen.

Apalagi yang diperlukan?


Pastinya anda membutuhkan Internet Service Provider (ISP). Ini adalah sejenis perusahaan yang menyediakan jasa sambungan/ hubungan ke Internet melalui saluran telepon. Penulis menyarankan sebagai langkah awal, sebaiknya membuka sebuah account siswa sampai mereka tahu berapa menit per bulannya yang mereka perlukan. Cobalah untuk mendaftar USER-NAME ( nama pemakai ) berhubungan dengan nama sekolah anada, contohnya SMK3PALU, karena ini juga dapat digunakan sebagai alamat e-mail anda ( lihat dibawah ). Ada daftar Internet Service Provider dalam petunjuk homepage ini.

Biaya : Antara Rp.50.000,- - Rp.100.000,- per bulan + Biaya pemasangan ringan.


E-mail Account


Biasanya ISP menyediakan paling tidak satu account e-mail dan ini menggunakan "user name" anda, contohnya diambil dari contoh diatas SMK3Palu@Sulawesi.Net. Account ini bisa juga dipakai untuk keperluan resmi sekolah.

E-mail Account Siswa


Penulis menyarankan bahwa siswa-siswa sebaiknya membuka e-mail account pribadi di http://mail.yahoo.com, http://www.hotmail.com, atau salah satu dari sekian banyak e-mail provider gratis yang ada. E-mail account tersebut diatas lebih disukai dari account servis provider karena mereka dapat digunakan secara permanen. Dan ini juga merupakan ide yang baik bagi sekolah-sekolah untuk mempunyai alamat e-mail alternatif, apabila dalam keadaan mendesak mereka mengganti servis provider. Saya akan menyarankan menggunakan Yahoo.com karena mereka memperbolehkan anda untuk POP surat anda, mengirim surat ke alamat lain (forwarding), ataupun membacanya dari situs internet mereka dimana saja ( lebih fleksibel).

Homepage dan Nama Domain


Ada banyak homepage provider yang gratis. Hadir ke Free Hosting.


"Domain Name" (alamat khusus di Internet) tidaklah sangat penting terkecuali bila anda adalah organisasi yang mencari keuntungan atau untuk bisnis. Kecuali bila domain name anda mudah untuk diingat seperti "Pendidikan.Net" maka manfaatnya tidak terlalu penting. Apabila anda membuat homepage di FreeWebsites.Com maka anda mempunyai alamat (atau URL) seperti htpp://www.FreeWebsites.Com/~SMK3Palu. Bila anda mengunjungi homepage link di SLTA.Net atau SLTP.Net maka anda akan menjumpai banyak homepage sekolah yang berlokasi di situs gratis seperti ini. Keuntungan utama dari situs gratis ini adalah tidak dikenakan biaya perawatan dan tidak terkait apapun ISP yang anda pilih .

Telepon dan Pulsa


Seringkali kalau guru atau Kepsek ditanya "sudah punya Internet?" Jawabannya "Belum, pulsa telepon terlalu mahal"


Apakah, kalau sekolah Anda bisa berkomunikasi dengan semua sekolah di Indonesia, dengan Kanwil, Kandep, atau Dikmenum lewat telepon selama lima menit sehari atau kurang masih merasa mahal?. Sebagai contoh, saya download e-mail dari beberapa server (dari banyak website) dan banyak alamat e-mail yang saya punya setiap pagi dan perlu waktu kurang dari lima menit (<5 menit). Bagaimana bisa begitu? Saya menggunakan Post Office Protocol (POP) mail. Semua sekolah bisa pakai POP mail gratis seperti ini yang disediakan di Free POP Mail. Surat-surat diPOP dari hostnya langsung ke e-mail browser kita. Setelah itu sambungan ke Internet langsung dimatikan.


Surat-surat tsb dibaca OFF-LINE (tidak sambung ke Internet) dan tidak ada ongkosnya. Surat-surat ini dapat diprint atau dicopy (blok dan copy) ke Word, Wordpad, atau Notepad untuk di bawa ke tempat line (lewat disket).

Tetapi bagaimana kalau kita mau kirim surat atau membalas surat?


Sama juga:


* 1. Membuat surat dulu di Word atau Notepad atau Wordpad.

* 2. Buka browser kalau pakai Netscape (klik mail) atau kalau pakai Internet Explorer buka Microsoft Outlook.

* 3. Buka "New Msg" di Netscape atau "New" di Microsoft Outlook.

* 4. Mengisi alamat e-mail, subject, dan isinya surat.

* 5. Kalau lebih dari satu surat mengulang step 3 & 4 sampai semua surat sudah dibuat.

* 6. Kalau sudah selesai baru sambung ke Internet.

* 7. Klik "Send" (kirim surat) di semua surat masing-masing (langsung saja).

* 8. Kalau Anda pakai Microsoft Outlook Anda juga harus klik "Send/Receive" setelahnya.

* 9. Tunggu sampai semua surat sudah dikirim (biasanya cepat).

* 10. Kalau di Microsoft Outlook Anda secara automatis menerima surat baru juga kalau ada. Kalau Anda pakai Netscape sebaiknya cek kalau ada surat baru Klik "Get Msg".

* Matikan sambungan ke Internet.


Kalau Anda pakai sistem ini pulsa telepon tidak akan mahal. Jadi, setiap pagi sambung sebentar saja. Selama waktu itu dapat mengirim surat-surat yang sudah disediakan siang hari sebelumnya dan menerima surat yang baru.

Bagaimana dengan Searching the Internet?


Terus-terang, kalau siswa/i memakai Internet di dalam waktu belajar, gurunya harus sangat berpengalaman untuk menggunakan waktu dengan hemat agar menghasilkan pelajaran yang baik. Mungkin Internet bisa dipakai dengan cara ini setelah guru-guru sudah cukup berpengalaman. Saya pernah memakai Internet untuk mengajar tetapi tujuan pelajaran dan kegiatan siswa/i harus jelas dan dimonitor terus.


Untuk guru Internet juga bisa menghabiskan banyak waktu dan uang kalau kita tidak membuat sistem yang baik dari awalnya. Maksud saya, daripada semua guru cari informasi yang sama dan menghabiskan waktu masing-masing, penting sekali bila kita membuat pusat informasi tentang situs yang bagus dan relevan. Kalau sudah ada pusat informasi guru hanya perlu kirim e-mail ke pusat dan minta URL (Universal Resource Locator - alamat homepagenya). Jadi, cuma satu orang yang mencari (lebih hemat) dan informasi ini bisa dipasang di halaman "links informasi" di Website pusatnya supaya kalau guru lain cari informasi bisa cek disitu dulu.


Sesuai dengan yang sudah sering dikatakan, sebaiknya semua siswa/i di Indonesia dapat pengalaman memakai komputer dan Internet. Kebanyakan mengenai Internet dan cara membuat homepage misalnya kita dapat mengajar dengan komputer tanpa sambung ke Internet. Kalau kita ingin membuat program keterampilan komputer biayanya bisa dinaikkan sesuai dengan ongkos bila siswa/i menggunakan waktu di Internet (sharing) dalam programnya. Lebih baik siswa dapat kenalan Internet saja di sekolah dan melanjutkan kemampuan sendiri di Warung Internet. Di banyak sekolah yang belum punya fasilitas Internet siswa/inya sudah lama memakai Internet dan pengalamannya juga banyak. Pengalaman mereka bisa digunakan untuk membantu guru atau pustakawan untuk belajar mengenai Internet. Dengan teknologi baru ini sebaiknya kita mengunakan semua kemampuan SDM di sekolah.

Kesimpulan:


Kalau kita ingin mengajar, kita perlu memperhatikan hal-hal utama yaitu rencana dan strateginya. Sama dengan Internet. Kalau kita ingin membuat sistem komunikasi yang baik dan hemat, dan meningkatkan pendidikan siswa/i dalam ilmu komputer yang sesuai dengan dana sekolah, yang penting rencana (program) yang baik, dan strategi-strategi yang terbaik sesuai dengan keadaan sekolahnya. Dengan prinsip-prinsip yang disebut di dalam "Kiat Mendapatkan Dana" kita bisa secara terus-menerus melakukan peningkatan mutu pendidikan di sekolah kita secara mandiri.
read more...

Internet Sebagai Sarana Pendidikan

Internet khususnya video tidak hanya dapat digunakan sekedar media untuk senang-senang, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan yang jauh lebih bermanfaat, kata Koordinator Kemitraan dan Promosi Pengunaan Media di Indonesia, Nova Ruth.


"Karena itu, perlu menyadarkan masyarakat akan manfaat internet tersebut sebagai sarana pendidikan," katanya pada workshop yang bertajuk "Engage Media Video Online Distribuion" di Bandung.


Dalam workshop yang difasilitatori oleh Video Maker Malaysia, Fahmi Reza menekankan pada video compresion, publising and video promoting. Selain itu disampaikan juga "sharing culture dan creative common licenses" karena bahaya penyalah gunaan dan pembajakan.


"Banyak orang pelaku industri kreativ video online tidak memikirkan distribusi dan pengamanannya," ujar Nova


Dari workshop itu peserta dapat meng"upload" karyanya di Engage Media (penguna media) dan jika dengan izin pembuatnya semua orang dapat mengakses dengan "download."


Workshop itu hanya salah satu elemen dari Engage Media untuk membentuk satu komunitas yang kuat. Disamping itu ada "server" yang mampu menampung beribu-ribu video sebagai bentuk sosialisasi di Yogyakarta dan Jakarta.


Sampai saat ini Engage media merupakan server yang berdiri atas kerja sama independen Indonesia dan Australia.


"Komunitas ini sudah besar namun belum kuat. Kita berharap dari situs ini ada sebuah pengerak dari para pembuat video sebagai kekuatan yang bisa digunakan lebih positif," kata Nova.


Ditambahkannya, Bandung menjadi pilihan kedua setelah Jakarta dalam pelaksanaan workshop ini lalu kemudian Bali. Sebelumnya telah di laksanakan di Malaysia dan Singapura.
read more...

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk


PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.


Sampai dengan 31 Desember 2009, jumlah pelanggan TELKOM telah tumbuh sebesar 21,2% atau menjadi 105,1 juta pelanggan. TELKOM melayani 8,4 juta pelanggan telepon tidak bergerak kabel, 15,1 juta pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel, dan 81,6 juta pelanggan telepon seluler.


Sampai dengan 31 Desember 2009, sebagian besar dari saham biasa TELKOM dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya dimiliki oleh pemegang saham publik. Saham TELKOM diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa tercatat). Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2009 adalah Rp9.450 dengan nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2009 mencapai Rp190.512 miliar atau 9,43% dari kapitalisasi pasar BEI.


Untuk menghadapi tantangan dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan mobilitas dankonektivitas tanpa putus, TELKOM telah memperluas portofolio bisnisnya yang mencakup telekomunikasi, informasi, media dan edutainment (TIME). Dengan meningkatkan infrastruktur, memperluas teknologi Next Generation Network (NGN) dan memobilisasi sinergi di seluruh jajaran TELKOMGroup, TELKOM dapat mewujudkan dan memberdayakan pelanggan ritel dan korporasi dengan memberikan kualitas, kecepatan, kehandalan dan layanan pelanggan yang lebih baik.
read more...

Mal Pekanbaru

Mal Pekanbaru terletak di seberang Plaza Senapelan persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar. Tempat wisata belanja modren yang satu ini merupakan Mal pertama di Pekanbaru.


Mall Pekanbaru merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan.


Food court, elektronik dan handphone yang relatif terjangkau serta swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor semakin menambah semaraknya Mal Pekanbaru. Selain itu disini juga tersedia tempat bermain anak-anak yang luas
read more...

Makna Pendidikan Nasional

Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonensia.Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasonal bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidkan kita yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli: Raden Mas Soewardi. Mengulas sedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidikan di bumi Indonesia, beliau sempat mendirikan salah satu taman siswa pada 3 Juli 1922 untuk sekolah kerakyatan di Yogyakarta. Kemudian beliau juga sempat menulis berbagai artikel yang intinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah (Belanda) yang kadang membunuh serta menghambat tumbuh dan berkembangnya pendidikan di Indonesia.

Bertolak dari usaha, kerja keras serta pengorbanan dirinya melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional. Bahkan yang lebih menggembirakan dirinya di anggap sebagai Bapak Pendidikan untuk seluruh orang Indonesia, penghormatan itu terbukti dengan ditetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia yang sedang diusahaknnya dalam penjajahan para penjajah Belanda beliau memakai semoboyan “Tut Wuri Handayani” semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa”. Semboyan ini masih dipakai dalam dunia pendidikan kita hingga era reformasi ini. Bahkan dengan semboyan itu telah sedikit mengubah warna pendidikan kita di Indonesia saat ini.

Besok adalah hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2010 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikannasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN. Namun begitu, pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita?

Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan? Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua pihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari solusi yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masingmasing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.

” Selamat Hari Pendidikan”

read more...

Ki Hajar Dewantara and National Education Day

"Soil water we asked for the victim. From here we are, ready to give victims a pure and thoroughly purified ... really, victims with ragamu itself is a victim of the lightest ... really thick and black cloud hanging over us. But believe me there beneath the sun is hiding ... when the rain falls and the air will be clean for it? "

(Ki Hadjar Dewantara).

Who would not know the figure of Mr Ki Hadjar Dewantara education, leaders who contributed to advancing education in Indonesia. Ki Hadjar real name Suwardi Suryaningrat RM is a national education figure. Started its activities as a journalist at several newspapers and with EFE Douwes Dekker, manage De Expres. Ki Hadjar also actively take charge of Boedi Oetomo and Sarikat Islam. Eventually with Cipto Mangun Kusumo and EFE Douwes Dekker - dubbed "the Three" - he founded the Indische Partij, the first political organization in Indonesia which explicitly demanded an independent Indonesia. In the Japanese era, the role of Ki Hadjar remained predominant. Together with Sukarno, Hatta, and Mas Mansur, they dubbed the "Four series", led the organization's Son. When independent, Ki Hadjar became First Minister of Teaching.

Leadership teachings Ki Hadjar Dewantoro very poluler in the community is ngarso Sun Tulodo Ing, Ing Madyo Added Karso, Tut Wuri Handayani. And in essence, that a leader must have all three of these properties in order to be role models for subordinates or subordinates.

Sun ngarso Ing Ing ngarso Tulodo means that the front / advance, the Sun comes from the aratinya Ingsun me, Tulodo mean models. So the meaning Ing ngarso Sun Tulodo is to become a leader should be able to provide role models for subordinates or subordinates. So that must be adhered to by a leader is the word models. As a leader or commander must have a good attitude and behavior in all steps and actions that can be role models for subordinates or subordinates. Many current leaders who reflect the attitudes and behavior less as a figure of a leader, so it can not be used as a role model for subordinates. Similarly, Ing Madyo Added Karso, Ing Madyo means in the middle, meant Added Karso membangkitan or evocative and interpreted as a form of will or intention. So the meaning of the word is in the middle of a busy life peminpin must also be able to arouse or inspire morale bawahanya members. Therefore, a leader must also be able to provide the innovations within the task by creating a better working atmosphere kodusif for safety and comfort of work. Similarly with the word Wuri Handayani Tut, Tut Wuri it means to follow him from behind and handayani means providing moral support or encouragement. So that means Wuri Handayani Tut was a commander or leader must provide the moral and morale boost from the rear. This much-needed morale boost by subordinates, because at least it can foster motivation and morale.

To commemorate his services, the National Education Day WARNING May 2 can not be separated from the figure of Ki Hadjar Dewantara, credited with advancing a character education in Indonesia. May we as the younger generation can continue his ideals, and can practice the teachings that have been given. (Amin)

read more...

Wednesday, May 5, 2010

Ki Hajar Dewantara Profile

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1]; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakankemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah.

read more...